Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label karangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Mei 2015

Gadis Berwajah Merah

Hai gadis berwajah merah. Bukan merah sebenarnya. Hanya merah karena wajahmu terbakar sinar matahari.
Hai gadis berwajah merah. Mungkin selama ini kita selalu bersama. Tetapi mengapa hati kita tidak sama?
Hai gadis berwajah merah. Tahukah betapa sulitnya saat-saat ini untukku?
Betapa sulitnya untukku melihatmu setiap hari di depan rumahmu dengan calon tunanganmu.
Hai gadis berwajah merah. Tak tahu kah dirimu betapa tersiksanya hatiku? Aku melihatmu tapi tak bisa bersamamu.
Hai gadis berwajah merah. Aku rindu lembut suaramu, dan bagaimana lembutnya tanganmu ketika kau merawatku dulu.
Hai gadis berwajah merah. Bahagiakah kau bersamanya?  Karena kasihku padamu membuat sakitnya hatiku melihatmu dari jauh bersama pria itu tak sebanding dengan hatimu yang berbunga-bunga saat bersamanya.
Hai gadis berwajah merah. Aku tidak seegois itu. Aku tidak mungkin dapat menghancurkan kelopak indah bungamu disaat baru mekar.
Aku mengasihimu gadis berwajah merah.
Aku mencintai segala caramu membuatku terbuai untuk berjam-jam bersamamu.
Hai gadis berwajah merah. Mengapa kau berikan secuil hatimu padaku?  Padahal sudah hampir semuanya kau berikan pada lelaki itu.
Ah gadisku....  Janganlah buatku bermuram durja.

Jumat, 20 Maret 2015

Kisah Cinta Samudra Raya, Part 1: Ikan Badut

Ini kisah dongeng tentang kisah unik di sebuah samudra raya yang luas.
Kisah cinta unik yang tidak akan mudah kau temukan, kecuali kau benar-benar membuka telinga, mata, dan hatimu untuk mempehatikan mereka. 
Ini kisah tentang si terumbu karang, ikan badut, ubur-ubur, dan ikan buntal.


Akhir-akhir ini aku bingung sendiri dengan dirimu, aku, mereka, kita, dan semuanya berputar di otakkku.
Aku merasa berada di samudra luas dan tidak ada satupun yang aku mengerti.
Di bawahmu ada air, di atasmu ada air, di kananmu ada air, dan di kirimu pun air.
Lalu kau akan melihat seekor ikan buntal yang kesana kemari dan kau ingin menyentuhnya.
Ikan buntal yang terlihat lemah dan dirimu dengan indahnya ingin memangsa si ikan buntal.
Tapi, hey, bukankah kau terlihat naif???
Semua orang tau ikan buntal dengan duri-durinya yang tajam.
Tapi kau malah merasa itu semua adalah semua tantangan.
Atau, justru kami yang sebenarnya tidak tahu, bahwa kau tahu bagaimana kelemahan si ikan buntal??
Atau justru karna si ikan buntal hanya bisa kau lihat maka dia terlihat indah???

Lalu ada si ubur-ubur yang selalu bersamamu kesana kemari dan begitu mudah melekat padamu.
Tetapi kau hanya melihatnya saja.
Mengapa?? Apa karena si ubur-ubur akan menyakitimu??
Lalu apa bedanya dengan si ikan buntal? Toh dia pun akan menyakitimu!!

Jangan sentuh mereka! Kutegaskan sekali lagi! Walaupun hanya seujung sirip atau gelembung yang terlihat lembut itu, jangan!!!

Aku ada disini. Aku selalu didekatmu, andai kamu mau melihat lebih jelas.Aku tepat di sebelahmu. Aku si ikan badut. Aku tidak berbahaya, aku indah, dan kamu tidak akan terluka berada di dekatku.
Tapi mengapa kamu terlalu dingin terhadapku? Apa karena aku tidak berbahaya?
Mengapa kamu tidak mau bersama orang yang akan membuatmu tertawa, aku ikan badut, ingat??
Dasar terumbu karang!