Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2016

Ketamakan Hati

Hati meradang jiwa meriang
Senyuman dan tawa itu telah terbagi

Ketamakan meracuni hati
Tuli aku mencoba tidak peduli

Senyum dan tawa semu
Kebahagiaan semu

Upaya yang dimanipulasi
Keinginan yang dibatasi

Berjalan aku mendaki
Kenangan yang telah ditapaki

Jari jemari berbicara
Hati menggelora

Janji aku tak ingin hanya janji
Sepi aku tak mau sendiri

Senyum dan tawa terbagi
Ketamakan hati ingin menguasai

Matahari selalu sama
Tapi hati tak selalu sama

Kamis, 21 Mei 2015

Gadis Berwajah Merah

Hai gadis berwajah merah. Bukan merah sebenarnya. Hanya merah karena wajahmu terbakar sinar matahari.
Hai gadis berwajah merah. Mungkin selama ini kita selalu bersama. Tetapi mengapa hati kita tidak sama?
Hai gadis berwajah merah. Tahukah betapa sulitnya saat-saat ini untukku?
Betapa sulitnya untukku melihatmu setiap hari di depan rumahmu dengan calon tunanganmu.
Hai gadis berwajah merah. Tak tahu kah dirimu betapa tersiksanya hatiku? Aku melihatmu tapi tak bisa bersamamu.
Hai gadis berwajah merah. Aku rindu lembut suaramu, dan bagaimana lembutnya tanganmu ketika kau merawatku dulu.
Hai gadis berwajah merah. Bahagiakah kau bersamanya?  Karena kasihku padamu membuat sakitnya hatiku melihatmu dari jauh bersama pria itu tak sebanding dengan hatimu yang berbunga-bunga saat bersamanya.
Hai gadis berwajah merah. Aku tidak seegois itu. Aku tidak mungkin dapat menghancurkan kelopak indah bungamu disaat baru mekar.
Aku mengasihimu gadis berwajah merah.
Aku mencintai segala caramu membuatku terbuai untuk berjam-jam bersamamu.
Hai gadis berwajah merah. Mengapa kau berikan secuil hatimu padaku?  Padahal sudah hampir semuanya kau berikan pada lelaki itu.
Ah gadisku....  Janganlah buatku bermuram durja.

Sabtu, 18 Juni 2011

(Bukan) Puisi Cinta



Jika kau angin, aku ingin menjadi helai daun berguguran yg mengikuti kemana pun kau pergi.

Jika kau lilin, biarkan aku menjadi api yg dapat menyalakan semangatmu disaat sesuram apapun.

Bila kau bulan,biarkan aku menjadi malam yg pekat, yg membuat kau makin bersinar.

Dan jika kau hujan, ijinkan aku menjadi pelangi. Agar stiap orang tau kalau kau dapat menghandirkan keindahan.

Tapi kau tidak perlu menjadi angin,hujan,lilin,atau rembulan.
Kau cukup melihat dan merasakan, kalau sebenarnya aku juga berarti bagimu.

Dari orang yg slalu memperhatikan dirimu (secara diam-diam).

by Romauli Margareth Napitupulu on Wednesday, March 2, 2011 at 12:54pm