Pasien kedua, dengan kasus gigi 37 nekrose pulpa. Giginya sudah rapuh, dan pasien takut untuk ke dokter gigi. Bahkan ketika di OD pun, ketika sonde masuk mulutnya dia sudah merasa ngeri.
Kumotivasi lah dia supaya berani dicabut giginya. Eeeehhh... ternyata diakhirnya giginya fraktur, :(((
Belum lagi dia tidak mau dikeluarkan lagi giginya. Coba lah.... aku benar kepikiran, karena sisa akar tersebut kan harus dikeluarkan. hiksss....
Rasanya butuh seseorang untuk bercerita. Rasanya butuh seseorang untuk bersandar. Rasanya butuh seseorang yang dengan pedenya bilang samaku, "semua akan baik-baik saja." Rasanya butuh seseorang untuk menepuk kepalaku. Rasanya butuh seseorang yang bisa membantuku melewati masalah ini.
AAAA.... ada pasien pun jadi takut megangnya, takut fraktur. Tapi kalo gak ada pasien, galauuuuu gak ada kerja.
Benar-benar perjuangan yang namanya belajar ini bah. Karena koass yang kita hadapi adalah manusia. Bagaimana kita memotivasi pasien, bagaimana kita harus menghadapi pasien dengan bersahaja. Bagaimana kita harus bijaksana dan benar-benar melakukan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan pasien, dan bukan karena sekedar memenuhi minreq. Dan bagaimana dengan melalui profesi dokter gigi nantinya, aku bisa mengabdikan diriku untuk orang banyak.
Ini masih awal, Roma! Kau tidak boleh menyerah. Kau harus semangat dan percaya, setiap masalah pasti ada penyelesaiaannya. Pasienmu, dosenmu, ketakutan2 dan kekhawatiranmu, ataupun masalah biaya dan pengaturan jadwal, dan manajemen pikiranmu!
Dan yang gak kalah penting lagi, harus semakin banyak belajar. Tidak boleh malas. Dan selalu setiap hari harus ada ilmu baru yang kamu dapat. Berdoa juga, karena Tuhan yang akan memampukan segalanya. Amin.
Total Tayangan Halaman
Kamis, 07 November 2013
Sabtu, 02 November 2013
Coass Life : Welcome,nak!
Halohaloaloooooooo.......
Sebelum curcol ttg koas aku mau ngasih tau kalo aku udah wisuda SKG. hihi....
Dan sekarang udah mulai koas, dan rasanya wow banget.
Tempat pertama aku koas adalah di BM alias BedahMulut. Ada lah yang agak kaget melihat keberanian siklus kami yang langsung milih BM untuk tempat pertama koas.
Ohya di BM yang dikerjakan adalah pencabutan gigi dan bedah mulut minor atau bedah mulut sederhana, seperti alveolektomi, pengambilan fraktur terbuka, dan odontektomi.
Nah, kemarin itu adalah kasus pertamaku. Kasus pencabutan pertamaku yang rasanya kayak pasien ujian. >.< Karena kasusnya memang seperti minreg ujian. Yaitu kasus nekrose pulpa elemen gigi 46, dimana gigi tetangganya yaitu gigi 44 dan 46 nya masih bagus.
Jadi ceritanya, pasien pertama perempuanku ini gak tau dia adalah orang pertama yang kucabut giginya dan orang kedua yag kusuntik (orang pertama yang kuanestesi adalah partnerku sendiri) Aaaa.... bisa teman bayangkan waktu dia bertanya, "Tapi kaka udah sering lah ya cabut gigi?" Dan aku cuma bisa diam sambil senyam senyum,. hahaha *
Prosedur pertama yang kulakukan adalah persiapan alat, bahan, operator, pasien, termasuk tindakan asepsis intraoral juga pemeriksaan TD pasien. Setelah itu kuanestesi pake blok mandibula dan kuplexus dibagian bukal, dan kutambah sedikit di bagian lingual. Untuk blok mandibula aku pakai 2cc phcaine, dan plexus satu ampul.
Waktu mau anestesi blok mandibula bener-bener deg-degan parah, apalagi kemaren pengalaman pertama ngeblok agak kurang enak. Masa pas aku mau aspirasi ternyata jarumku nyangkut di sarung tangan, *geleng-geleng, untung itu masih belajar. Nah, yang kemarin ini, udah galau banget tuh. Suntik enggak, suntik enggak. Yaudahlah, kusuntiklah sesuai prosedur. Pertama-tama diraba dulu krista buccinatoria dan retromolarnya, terus dari arah berlawanan kusuntik, lalu jarum diluruskan, terus jarum dimasukkan hingga ke daerah gembur, dan asli, kemaren baru aku ngerasain sensasi taktil ke daerah gembur itu, terus aspirasi, dan Puji Tuhan gak ada darah, berarti jarumnya gak kena arteri, terus aku deponir deh. Nah, kemarin kan waktu belajar anestesi, aku terasa kebas setelah sekitar 5menitan tuh, Puji Tuhan si pasien juga begitu, jadi untuk anestesi pertamaku ini berhasil :))
Nah, berhubung kurang persiapan, dan kemarin sempet DBD, jadi waktu belajar entah kenapa agak ngehang lah aku, jadi waktu ngebein, kubein lah searah aksial gigi, kucoba rotasi. Tapi kok gak goyang-goyang juga. Lalu datanglah Mike ngasih tau untuk masukkin bein dari arah mesial. Kulakukan, tapi kok gak goyang-goyang juga ya, terus datanglah Acel membantu juga, dan akhirnya dengan bantuan Acel, aku melihat bifurkasinya. Nah, ternyata giginya anomali, jadi rasio mahkota akar kan biasanya 1:2, eh ini 1:1, jadinya memang bifurkasinya jauh kali. Sumpah ya aku dah sempat putus asa, kok gak goyang-goyang juga giginya. Tapi, pas dah kuliat bifurkasinya, langsunglah kuungkit (Berikutnya kata Acel gigi posterior itu diungkit, bukan di rotasi), kuungkit lah dengan santai. Terus datang si Chris bilang, udah luksasi aja pake tang!. Kucoba luksasi dikit, agak goyang lah.
Berikutnya, aku benar-benar bekerja sendiri. Kubein daerah bifurkasi, kuluksasi lagi pake tang, Terakhir giginya goyang juga,dan Puji Tuhan, anestesinya masih bertahan, jadi kubein dikit lagi, terus kuluksasi dan kutarik pake tang. And you know what? Kar giginya ada 3. Bagus sekali anomalinya. Masa akar yang biasanya 2 ini malah 3. Krik Krik Krik.... Setelah itu aku, dan teman-teman disitu cuma bisa bilang, pantesan susah keluarnya. Wong desain tang umtuk gigi molar bawah kan aja untuk bifurkasi, eh gigi si kawan malah trifurkasi. Pasien pun waktu giginya udah keluar minta liat giginya, dan dia bilang "Kok besar kali gigiku ya kak" "Iya dek, ini kan karena ada akarnya juga, kan kalo dimulut cuma mahkota aja yang nampak".
Terus kuperhatikan akarnya, Puji Tuhan gak fraktur, terus kuasepsis, kumassage gingiva, dan karena kulihat disoket gak ada tulang yang tajam, gak kubonefile (sebelumnya waktu dimassage juga teraba tidak tajam), lalu kuletakkan tampon dan kuberi instruksi pasca pencabutan. Terus kukasih nomorku, dan kubilang kalo berikutnya ada keluhan atau sakit untuk kasih tau ke aku.
Untungnya pasien pertamaku sangat koperatif :)) Bahkan dia mau bayar, tapi karna gak ada kembalian, aku yang bayarin, itung-itung pasien pertama.haha. Si pasien sampe merasa gak enak sendiri, tapi gak mungkin lah kukasih tau dia adalah pasien pertama, ntar jadi ragu pula dia. haha. Semoga pencabutan berikutnya aku bisa lebih tenang dan gak pake dibantu orang lain lagi, Yooooo...haha
Dan sekarang udah mulai koas, dan rasanya wow banget.
Tempat pertama aku koas adalah di BM alias BedahMulut. Ada lah yang agak kaget melihat keberanian siklus kami yang langsung milih BM untuk tempat pertama koas.
Ohya di BM yang dikerjakan adalah pencabutan gigi dan bedah mulut minor atau bedah mulut sederhana, seperti alveolektomi, pengambilan fraktur terbuka, dan odontektomi.
Nah, kemarin itu adalah kasus pertamaku. Kasus pencabutan pertamaku yang rasanya kayak pasien ujian. >.< Karena kasusnya memang seperti minreg ujian. Yaitu kasus nekrose pulpa elemen gigi 46, dimana gigi tetangganya yaitu gigi 44 dan 46 nya masih bagus.
Jadi ceritanya, pasien pertama perempuanku ini gak tau dia adalah orang pertama yang kucabut giginya dan orang kedua yag kusuntik (orang pertama yang kuanestesi adalah partnerku sendiri) Aaaa.... bisa teman bayangkan waktu dia bertanya, "Tapi kaka udah sering lah ya cabut gigi?" Dan aku cuma bisa diam sambil senyam senyum,. hahaha *
Prosedur pertama yang kulakukan adalah persiapan alat, bahan, operator, pasien, termasuk tindakan asepsis intraoral juga pemeriksaan TD pasien. Setelah itu kuanestesi pake blok mandibula dan kuplexus dibagian bukal, dan kutambah sedikit di bagian lingual. Untuk blok mandibula aku pakai 2cc phcaine, dan plexus satu ampul.
Waktu mau anestesi blok mandibula bener-bener deg-degan parah, apalagi kemaren pengalaman pertama ngeblok agak kurang enak. Masa pas aku mau aspirasi ternyata jarumku nyangkut di sarung tangan, *geleng-geleng, untung itu masih belajar. Nah, yang kemarin ini, udah galau banget tuh. Suntik enggak, suntik enggak. Yaudahlah, kusuntiklah sesuai prosedur. Pertama-tama diraba dulu krista buccinatoria dan retromolarnya, terus dari arah berlawanan kusuntik, lalu jarum diluruskan, terus jarum dimasukkan hingga ke daerah gembur, dan asli, kemaren baru aku ngerasain sensasi taktil ke daerah gembur itu, terus aspirasi, dan Puji Tuhan gak ada darah, berarti jarumnya gak kena arteri, terus aku deponir deh. Nah, kemarin kan waktu belajar anestesi, aku terasa kebas setelah sekitar 5menitan tuh, Puji Tuhan si pasien juga begitu, jadi untuk anestesi pertamaku ini berhasil :))
Nah, berhubung kurang persiapan, dan kemarin sempet DBD, jadi waktu belajar entah kenapa agak ngehang lah aku, jadi waktu ngebein, kubein lah searah aksial gigi, kucoba rotasi. Tapi kok gak goyang-goyang juga. Lalu datanglah Mike ngasih tau untuk masukkin bein dari arah mesial. Kulakukan, tapi kok gak goyang-goyang juga ya, terus datanglah Acel membantu juga, dan akhirnya dengan bantuan Acel, aku melihat bifurkasinya. Nah, ternyata giginya anomali, jadi rasio mahkota akar kan biasanya 1:2, eh ini 1:1, jadinya memang bifurkasinya jauh kali. Sumpah ya aku dah sempat putus asa, kok gak goyang-goyang juga giginya. Tapi, pas dah kuliat bifurkasinya, langsunglah kuungkit (Berikutnya kata Acel gigi posterior itu diungkit, bukan di rotasi), kuungkit lah dengan santai. Terus datang si Chris bilang, udah luksasi aja pake tang!. Kucoba luksasi dikit, agak goyang lah.
Berikutnya, aku benar-benar bekerja sendiri. Kubein daerah bifurkasi, kuluksasi lagi pake tang, Terakhir giginya goyang juga,dan Puji Tuhan, anestesinya masih bertahan, jadi kubein dikit lagi, terus kuluksasi dan kutarik pake tang. And you know what? Kar giginya ada 3. Bagus sekali anomalinya. Masa akar yang biasanya 2 ini malah 3. Krik Krik Krik.... Setelah itu aku, dan teman-teman disitu cuma bisa bilang, pantesan susah keluarnya. Wong desain tang umtuk gigi molar bawah kan aja untuk bifurkasi, eh gigi si kawan malah trifurkasi. Pasien pun waktu giginya udah keluar minta liat giginya, dan dia bilang "Kok besar kali gigiku ya kak" "Iya dek, ini kan karena ada akarnya juga, kan kalo dimulut cuma mahkota aja yang nampak".
Terus kuperhatikan akarnya, Puji Tuhan gak fraktur, terus kuasepsis, kumassage gingiva, dan karena kulihat disoket gak ada tulang yang tajam, gak kubonefile (sebelumnya waktu dimassage juga teraba tidak tajam), lalu kuletakkan tampon dan kuberi instruksi pasca pencabutan. Terus kukasih nomorku, dan kubilang kalo berikutnya ada keluhan atau sakit untuk kasih tau ke aku.
Untungnya pasien pertamaku sangat koperatif :)) Bahkan dia mau bayar, tapi karna gak ada kembalian, aku yang bayarin, itung-itung pasien pertama.haha. Si pasien sampe merasa gak enak sendiri, tapi gak mungkin lah kukasih tau dia adalah pasien pertama, ntar jadi ragu pula dia. haha. Semoga pencabutan berikutnya aku bisa lebih tenang dan gak pake dibantu orang lain lagi, Yooooo...haha
Kamis, 25 Juli 2013
Yesus, Gembalaku
Tuhan adalah Yang Terbaik.
Dia akan selalu membrikan kepada kita apa yang kita butuhkan, apa yang terbaik untuk kita.
Ada kalanya kita merasa Tuhan tidak adil karena tidak memberikan apa yang kita inginkan.
Tapi, tahukah kalian?
Ketika Tuhan tidak memberikan yang kita mau, itu berarti keinginan kita itu bukan yang terbaik untuk kita!
Tuhan memiliki sesuatu yang lebih berharga, bernilai, yang dapat menjadikan hidupmu lebih bahagia, berharga, hanya bila kau mau percaya kepadanya, bahwa Dia adalah Bapa yang baik!
Bapa yang tahu apa yang terbaik untuk anak-anaknya, kamu dan aku.
Bahkan Dia rela mengaruniakan Anak-Nya yang tunggak demi menebus dosa kita yang tak akan mungkin bisa kita hapus dengan perbuatan dan persembahan sebanyak apapun.
Tahu kenapa? Karena semua yang kita miliki adalah milikNya!
Karena bahkan Dia mengenal kita semenjak kita dalam kandungan!
Itulah mengapa Dia tahu bahwa kita adalah manusia berdosa yang mebutuhkan uluran tanganNya, kasih sayang, dan pengorbananNya.
Tuhan Yesus adalah Allah itu sendiri, yang telah menjadi manusia! Menjadi ciptaan yang diciptakan serupa gambaranNya, yang seharusnya menjadi partner kerja Allah, tapi malah melakukan dosa, dan mengecewakanNya.
Apa yang akan kau lakukan bila kau akan mati malam ini juga?! Atau setelah membaca tulisan ini????
Apakah kau akan buru-buru berdoa dan memohon pertobatan?
Buru-buru menyumbangkan semua hartamu, dengan harapan itu semua bisa membeli surga???
Atau memohon maaf kepada semua orang atas kesalahanmu, dan meminta mendoakanmu semoga kau bisa masuk surga dan berada dalam tahtaNya?
Apa kau yakin? Apa kau yakin itu semua akan cukup membuatmu semakin dekat dengan Allah?
Yakin semua perbuatan baikmu sudah bisa menghapus semua dosa dan pelanggranmu? Dari dosa kecil, seperti mencontek, atau dosa besar, seperti membunuh?
Yakin??
Saya tidak!
Yang bisa membuat saya yakin bahwa saya akan bersama Allah kelak di rumahNya yang kekal hanyalah satu: PERCAYA KEPADA YESUS, DAN MAU MENYERAHKAN HIDUPMU KEPADANYA.
Kenapa harus percaya kepada Yesus??
Karena Dia lah Allah itu sendiri, yang pada mulanya firman, dan telah menjadi manusia.
Bagaimana mungkin kau bisa bersama dengan Allah, kalau kau sendiri tidak mau mempercayai Yesus yang adalah Anak Allah??
Serahkanlah hidupmu kepada Yesus, dan rasakan betapa dahsyatnya perubahan dalam hidupmu! Rasakan sukacita yang begitu besar ketika kau mau menerimaNya dalam hatimu.
Semoga sepenggal tulisan saya ini bisa bermanfaat bagi saudara.
Saya menulis ini bukan karena saya pintar, tapi karena saya sudah merasakan kasih Yesus, dan saya ingin saudara juga merasakan sukacita yang sama dengan saya.
Tuhan Yesus sangat sayang kalian melebihi diri kalian sendiri.
Percayalah padaNya....
GBu :)
Dia akan selalu membrikan kepada kita apa yang kita butuhkan, apa yang terbaik untuk kita.
Ada kalanya kita merasa Tuhan tidak adil karena tidak memberikan apa yang kita inginkan.
Tapi, tahukah kalian?
Ketika Tuhan tidak memberikan yang kita mau, itu berarti keinginan kita itu bukan yang terbaik untuk kita!
Tuhan memiliki sesuatu yang lebih berharga, bernilai, yang dapat menjadikan hidupmu lebih bahagia, berharga, hanya bila kau mau percaya kepadanya, bahwa Dia adalah Bapa yang baik!
Bapa yang tahu apa yang terbaik untuk anak-anaknya, kamu dan aku.
Bahkan Dia rela mengaruniakan Anak-Nya yang tunggak demi menebus dosa kita yang tak akan mungkin bisa kita hapus dengan perbuatan dan persembahan sebanyak apapun.
Tahu kenapa? Karena semua yang kita miliki adalah milikNya!
Karena bahkan Dia mengenal kita semenjak kita dalam kandungan!
Itulah mengapa Dia tahu bahwa kita adalah manusia berdosa yang mebutuhkan uluran tanganNya, kasih sayang, dan pengorbananNya.
Tuhan Yesus adalah Allah itu sendiri, yang telah menjadi manusia! Menjadi ciptaan yang diciptakan serupa gambaranNya, yang seharusnya menjadi partner kerja Allah, tapi malah melakukan dosa, dan mengecewakanNya.
Apa yang akan kau lakukan bila kau akan mati malam ini juga?! Atau setelah membaca tulisan ini????
Apakah kau akan buru-buru berdoa dan memohon pertobatan?
Buru-buru menyumbangkan semua hartamu, dengan harapan itu semua bisa membeli surga???
Atau memohon maaf kepada semua orang atas kesalahanmu, dan meminta mendoakanmu semoga kau bisa masuk surga dan berada dalam tahtaNya?
Apa kau yakin? Apa kau yakin itu semua akan cukup membuatmu semakin dekat dengan Allah?
Yakin semua perbuatan baikmu sudah bisa menghapus semua dosa dan pelanggranmu? Dari dosa kecil, seperti mencontek, atau dosa besar, seperti membunuh?
Yakin??
Saya tidak!
Yang bisa membuat saya yakin bahwa saya akan bersama Allah kelak di rumahNya yang kekal hanyalah satu: PERCAYA KEPADA YESUS, DAN MAU MENYERAHKAN HIDUPMU KEPADANYA.
Kenapa harus percaya kepada Yesus??
Karena Dia lah Allah itu sendiri, yang pada mulanya firman, dan telah menjadi manusia.
Bagaimana mungkin kau bisa bersama dengan Allah, kalau kau sendiri tidak mau mempercayai Yesus yang adalah Anak Allah??
Serahkanlah hidupmu kepada Yesus, dan rasakan betapa dahsyatnya perubahan dalam hidupmu! Rasakan sukacita yang begitu besar ketika kau mau menerimaNya dalam hatimu.
Semoga sepenggal tulisan saya ini bisa bermanfaat bagi saudara.
Saya menulis ini bukan karena saya pintar, tapi karena saya sudah merasakan kasih Yesus, dan saya ingin saudara juga merasakan sukacita yang sama dengan saya.
Tuhan Yesus sangat sayang kalian melebihi diri kalian sendiri.
Percayalah padaNya....
GBu :)
Langganan:
Postingan (Atom)