Menjelang posttest besok, jadi sudah mulai brlajar dari kemarin sore dan googling2 sedikit. Soo...mau share dari yang saya dapat.
Penjelasan Singkat Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL)
Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL)
Penjelasan Singkat Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL) - Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan secara singkat apa itu Gigi Tiruan Sebagian Lepasan yang biasa dikenal dengan GTSL / GTS.
Gigi Tiruan Sebagian Lepasan adalahgigi tiruan yang menganti gigi asli yang hilang sebagian, yang dapat dilepas oleh pasien (Osborne, 1959).Menurut Applegate (1959), gigi tiruan sebagian lepasan adalah salah satu alat yang berfungsi untuk mengembalikan beberapa gigi asli yang hilang dengan dukungan utama jaringan lunak di bawah plat dasar dan dukungan tambahan adalah gigi asli yang masih tertinggal dan terpilih sebagai pegangan.
Indikasi Perawatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan ( GTSL ):
Hilangnya satu gigi atau lebih.
Keadaan yang baik dari gigi yang masih tinggal dan memenuhi syarat sebagai gigi pegangan.
Keadaan prosessus alveolaris yang masih baik.
Kesehatan umum dan kebersihan mulut pasien baik.
Pasien mau dibuatkan gigi tiruan sebagian lepasan
Tujuan pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan ( GTSL ) adalah :
·mengembalikan fungsi pengunyahan/ mastikasi
·mengembalikan fungsi keindahan atau estetik
·mengembalikan fungsi bicara atau phonetik
·membantu mempertahankan gigi yang masih tinggal
· memperbaiki oklusi
·meningkatkan distribusi beban kunyah
· Kesehatan umum pasien dan kebersihan mulut pasien baik.
Keuntungan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan ( GTSL ) adalah :
1. Pasien dapat memakai dan melepas sendiri sehingga mudah dan cepat dalam membersihkannya.
2.Mudah dipreparasi bila ada kerusakan.
3. Harganya relatif murah jika dibandingkan dengan GTC.
Macam – macam Gigi Tiruan Sebagian Lepasan ( GTSL )GTS :
1.Berdasarkan jaringan pendukungnya :
a. tooth supported : dukungannya berupa gigi asli
b. mucosa supported : dukungannya berupa mukosa ujung bebas
c. mucosa and tooth supported :dukungannya berupa mukosa ujung bebas dan gigi asli (Victor, 1975)
2.Berdasarkan saat pemasangannya :
a.immediate protesa : segera dipasang setelah pencabutan
b.conventional protesa :tidak segera dipasang setelah pencabutan
3. Berdasarkan bahan yang digunakan:
a. Frame atau metal protesa
b. Akrilik protesa
c. Vulcanite protesa (Itjiningsih, 1980)
4. Berdasarkan ada / tidaknya sayap/ wing bagian bukal :
a. Open face, dibuat tanpa gusi tiruan/wing di bagian bukal/ labial (umumnya untuk gigi anterior)
b. Close face, dibuat dengan gusi tiruan/wing di bagian bukal/ labial (umumnya untuk gigi posterior)
5.Berdasarkan letak dari daerah yang tidak bergigi menurut Kennedy, cit. Soelarko R. M. dan Wachijaati H., (1980):
Klas I
Mempunyai daerah tanpa gigi yang terletak di bagian posterior dari gigi yang tertinggal pada kedua belah sisi (bilateral Free end).
Klas II
Mempunyai daerah tanpa gigi yang terletak di bagian posterior dari gigi yang tertinggal tetapi hanya pada satu sisi saja (unilateral free end).
Klas III
Daerah yang tidak bergigi terletak di antara gigi yang masih ada di bagian posterior (bounded saddle).
Klas IV
Daerah yang tidak bergigi terletak di bagian anterior dan melewati median line.
Bila daerah tak bergigi tambahan oleh Kennedy disebut sebagai modifikasi kecuali kelas IV tidak ada modifikasi
6. Berdasarkan letak sadel dan free end menurut Applegate Kennedy
a. Klas I
Daerah tanpa gigi terletak di bagian posterior dari gigi tertinggal pada kedua sisi rahang (bilateral free end)
b. Klas II
Daerah tanpa gigi terletak di bagian posterior dari gigi yang tertinggal tetapi hanya pada satu sisi rahang (unilateral free end)
c. Klas III
Daerah tidak bergigi terletak di antara gigi yang masih ada; kedua gigi tetangga tidak mampu memberi dukungan pada gigi tiruan
d.Klas IV
Daerah tidak bergigi terletak di bagian anterior dan melewati garis median
e.Klas V
Daerah tidak bergigi paradental di mana gigi asli anterior tidak dapat dipakai sebagai gigi penahan
f.Klas VI
Daerah tidak bergigi paradental dengan kedua gigi tetangga asli dapat dipakai sebagai penahan.
7. Berdasarkan letak klamer menurut Miller:
a. Klas I
Menggunakan dua buah klamer dimana klamer-klamer tersebut lurus berhadapan dan tegak lurus median line.
b.Klas II
Menggunakan dua buah klamer yang letaknya saling berhadapan dan membentuk garis diagonal serta melewati median line.
Klas III
Menggunakan tiga buah klamer yang letaknya sedemikian rupa sehingga apabila klamer-klamer itu dihubungkan dengan suatu garis, merupakan suatu segitiga yang terletak di tengah gigi tiruan.
Klas IV
Menggunakan empat buah klamer yang letaknya sedemikian rupa sehingga apabila klamer-klamer itu dihubungkan dengan suatu garis lurus, merupakan suatu segi empat yang terletak di tengah gigi tiruan.
8. Cummer Mengklasifikasikan berdasarkan letak cangkolan
Klas I Diagonal, yang menggunakan 2 buah cangkolan berhadapan diagonal
Klas II Diametric, yang menggunakan 2 cangkolan yang berhadapan tegak lurus
Klas III Unilateral, cangkolan terletak pada satu sisi rahang
Klas IV Multilateral, cangkolan dapat berupa segitiga maupun segiempat
Menurut Austin dan Lidge (1957) gigi tiruan mempunyai beberapa komponen.
Komponen Gigi Tiruan Sebagian Lepasan ( GTSL ) bahan akrilik antara lain :
1. Basis
Suatu bagian GTSL yang terbuat dari akrilik untuk mendukung gigi tiruan dan memindahkan tekanan oklusal ke jaringan di bawahnya.
2.Cangkolan atau klamer
Bagian GTSL yang terletak di abutment dan terbuat dari kawat tahan karat. Fungsi dari klamer yaitu mencegah pergerakan gigi tiruan ke arah oklusal dan mencegah tekanan oklusal yang berlebihan pada jaringan di bawahnya. Retainer ada dua macam yaitu : a. Retainer langsung (direct retainer), yaitu bagian dari gigi tiruan yang menahan terlepasnya GTSL secara langsung, berupa lengan retentive ; b. Retainer tidak langsung (indirect retainer), yaitu bagian dari gigi tiruan yang menahan GTSL secara tidak langsung, berupa lengan pengimbang, sandaran/ rest (bagian dari cangkolan yang bersandar pada bidang oklusal atau incisal gigi pegangan yang memberikan dukungan vertikal terhadap gigi tiruan).
3. Gigi pengganti
Bagian GTSL yang mengganti gigi yang hilang.
Faktor – faktor yang perlu diperhatikan menentukan disain GTSL adalah sebagai berikut :
1.Retensi
Merupakan kemampuan GTS dalam melawan gaya pemindah yang cenderung melepaskan GTS ke arah oklusal.
Daya perlawanan terhadap lepasnya protesa atau gigi tiruan ke arah oklusal. Faktor pemberi retensi antara lain kualitas klamer, oclusal rest , contour, landasan denture, oklusi, adhesi, tekanan atmosfer, dan surface tension.
2. Stabilisasi
Merupakan kemampuan GTS untuk menahan gaya yang cenderung menggerakkan gigi tiruan dalam arah horizontal. Stabilisasi ini sangat tergantung pada garis retensi yang dibuat pada gigi pegangan, dan dapat berupa aktivitas otot saat berbicara, mastikasi, tertawa, batuk, bersin dan gravitasi untuk rahang atas.
Perlawanan atas ketahanan terhadap perpindahan tempat GTSL dalam arah horizontal dalam keadaan berfungsi. Stagnasi ditentukan oleh tiga titik sandaran yang harus meliputi luas permukaan yang sebesar – besarnya agar beban yang diterima protesa setiap unit bisa sekecil mungkin. Dalam hal ini semua bagian cengkeram berfungsi kecuali bagian terminal/ ujung lengan retentive. Gigi yang mempunyai stabilisasi pasti mempunyai retensi, sedangkan gigi yang mempunyai retensi belum tentu mempunyai stabilisasi.
3. Estetika
Penempatan cangkolan harus sedemikian rupa sehingga tidak terlihat dalam posisi apapun. Selain itu gigi tiruan harus tampak asli dan pantas untuk tiap pasien. Hal ini meliputi warna gigi, posisi dan inklinasi tiap gigi, gingival contouring harus sesuai dengan keadaan pasien dan perlekatan gigi di atas ridge.
Dalam prostodonsia, yang berhubungan dengan permukaan GTSL adalah :
a. Penempatan klamer harus sedemikian rupa sehingga tidak terlihat dalam posisi bagaimanapun.
b. Gigi tiruan harus tampak asli dan pantas untuk tiap – tiap pasien meliputi warna dan inklinasi/ posisi gigi.
c. Gambaran counturing harus sesuai dengan keadaan pasien.
d. Perlekatan gigi diatas ridge.
Syarat – syarat pemilihan gigi abutmen/ gigi pilar/ gigi penyangga yang digunakan sebagai pegangan klamer adalah :
1. Gigi pilar harus cukup kuat.
a.Akarnya panjang
b. Masuk kedalam prosesus alveolaris dalam dan tidak longgar
c.Makin banyak akar makin kuat
d. Gigi pilar tidak boleh goyang
e. Tidak ada kelainan jaringan periodontal pada gigi penyangga.
2. Bentuk mahkota sedapat mungkin sesuai dengan macam klamer yang digunakan.
3. Kedudukan gigi tersebut hendaknya tegak lurus dengan prosesus alveolaris, gigi yang letaknya rotasi atau berputar tidak baik untuk pilar.
4. Gigi tersebut masih vital atau tidak mengalami perawatan.
5. Bila memerlukan dua klamer atau lebih maka hendaknya dipilihkan gigi yang letaknya sejajar.
Untuk mendapatkan GTSL yang baik dalam memenuhi fungsinya maka pengetahuan yang dimiliki operator harus memadai disamping itu perlu kerjasama yang baik dengan pasien. Jika pasien sadar akan arti pentingnya GTSL maka hal ini akan sangat mendukung keberhasilan dari perawatan tersebut.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan GTSL adalah :
1. harus tahan lama
2. dapat mempertahankan dan melindungi gigi yang masih ada dan jaringan sekitarnya.
3. tidak merugikan pasien
4. mempunyai konstruksi dan desain yang harmonis
Fungsi sandaran / rest :
a.Menyalurkan tekanan oklusal dari gigi tiruan ke gigi pegangan
b.Menahan lengan cengkeram tetap pada tempatnya
c.Mencegahnya lengan cengkeram mekar/terbuka akibat tekanan oklusal.
d.Mencegah ekstrusi gigi pegangan
e.Mencegah terselipnya sisa makanan
f.Menyalurkan sebagian gaya lateral ke gigi pegangan
g.Memperbaiki oklusi
h.Sebagai retensi tidak langsung
i.Dapat sebagai splint dan mencegah kerusakan jaringan periodontal
Retainer
a. Direct Retainer
Merupakan bagian dari cangkolan GTS yang berguna untuk menahan terlepasnya gigi tiruan secara langsung. Direct retainer ini dapat berupa klamer/cengkeram dan presisi yang berkontak langsung dengan permukaan gigi pegangan. Ciri khas cangkolan tuang oklusal adalah lengan-lengannya berasal dari permukaan oklusal gigi dan merupakan cangkolan yang paling sesuai untuk kasus-kasus gigi tiruan dukungan gigi karena konstruksinya sederhana dan efektif.
Fungsi direct retainer adalah untuk mencegah terlepasnya gigi tiruan ke arah oklusal. Prinsip desain cangkolan yaitu pemelukan, pengimbangan, retensi, stabilisasi, dukungan, dan pasifitas.
Macam-macam cangkolan menurut Ney, yaitu : Akers clasp, Roach clasp, kombinasi Akers-Roach, Back Action clasp, Reverse back Action clasp, Ring clasp, T clasp, I clasp, dan Compound clasp / Embrasure clasp.
b. Inderect Retainer
Inderect Retainer adalah bagian dari GTS yang berguna untuk menahan terlepasnya gigi tiruan secara tidak langsung. Retensi tak langsung diperoleh dengan cara memberikan retensi pada sisi berlawanan dari garis fulkrum tempat gaya tadi bekerja. Retensi itu dapat berupa lingual bar atau lingual plate bar.
Basis landasan
Basis adalah bagian dari gigi tiruan yang merupakan bagian untuk mengganti jaringan alveolaris yang hilang dan tempat melekatnya anasir gigi tiruan.
Fungsi basis :
a.Sebagai pondasi utama gigi tiruan
b.Melanjutkan tekanan oklusal ke jaringan pendukung
c.Menunjang kebersihan dan perbaikan estetis
d.Memberikan stimulasi jaringan dibawahnya terutama kasus tooth borne.
e.Memberikan retensi dan stimulasi.
Keuntungan basis gigi tiruan kerangka akrilik: penghantar termis, ketepatan dimensional, kebersihan terjamin, kekuatan maksimal, dengan ketebalan minimal.
Gigi tiruan pengganti
Merupakan bagian GTS yang berfungsi menggantikan gigi asli yang hilang. Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan gigi yaitu : ukuran, bentuk, warna, dan bahan.
Total Tayangan Halaman
Tampilkan postingan dengan label gtsl. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gtsl. Tampilkan semua postingan
Selasa, 16 Juni 2015
Minggu, 09 November 2014
Contoh Rencana Perawatan Kasus Gigi Tiruan Sebagian Lengkap berbasis Resin Akrilik
RENCANA PERAWATAN
GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN
I. IDENTITAS PASIEN
Nomor Status :
Nama Pasien : S******
Umur : 61 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Suku/Bangsa : Jawa/WNI
Alamat : Jalan ************ Medan
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
No. HP : *************
II. DIAGNOSIS PASIEN
a. Anamnesis
b. Pemeriksaan umum’
c. Pemeriksaan lokal
d. Diagnosis
a. Anamnesis
Pasien datang dengan keluhan ingin membuat gigi palsu atas dan bawah karena pasien telah kehilangan gigi belakang dan beberapa gigi depan, pasien mengeluhkan sulit untuk mengenyah. Berdasarkan pemeriksaan subjektif, pasien mengatakan belum pernah memakai gigi tiruan.
b. Pemeriksaan Umum
1. Penyakit sistemik/penyakit infeksi : Hipertensi
2. Kebiasaan jelek : Tidak ada
3. Pernah memakai gigi tiruan :
a. Rahang atas : tidak b. Rahang bawah : tidak
4. Sikap mental pasien : Filosofis
c. Pemeriksaan Lokal
1. Ekstra Oral
a. Wajah Depan : Oval Samping : Cembung
b. Bibir : Normal
c. Mata : Tidak Bergerak
d. Sendi temporo mandibular : Normal
2. Intra Oral
a. Status Gigi : Gigi yang masih ada 13 11 23 21 35 33 32 31 41 42 43 45
b. Gigi yang hilang : Sebagian
c. Kelainan gigi : Mobiliti : Ada, gigi 31 dan 41
Malposisi : Ada, gigi 33 linguoversi gigi 45 mesioversi
Elongasi : Ada
Diastema : Ada
d. Oklusi (angle) : Klas.....
e. Derajat karies : Rendah
f. Oral higiene : Baik
g. Mukosa linggir aveloaris : Atas kanan : Normal Atas kiri : Normal Bawah kanan : Normal Bawah kiri : Normal
h. Linggir alveolaris : • Bentuk : - Mx. Ka: Tapering
- Mx. Ki: Ovoid
- Md. Ka: Knife edge
- Md. Ki: Knife edge
• Lengkung : Trapesium
• Relasi rahang : Normal
• Ruang antar linggir : 5mm
• Palatum : .......
• Torus palatinus : Rendah
• Posterior palatal seal : .........
• Lidah : Sedang
• Kondisi saliva : Kental
• Dasar : Dalam
d. Diagnosis :
RA : Klas I modifikasi 2 Kennedy
RB : Klas I modifikasi 2 Kennedy
III. RENCANA PERAWATAN
a. Perawatan Persiapan
• Tindakan Tanpa Bedah : Tidak perlu
• Tindakan Bedah : Tidak perlu
b. Pencetakan Anatomis
a. Tujuan : Untuk pembuatan sendok cetak fisiologis dan survey pendahuluan.
b. Bahan : Hydrocolloid Irreversible (alginate)
c. Bahan Pengisi : Dental stone tipe III
d. Pemilihan sendok cetak :
Menggunakan sendok cetak pabrik
Bagian permukaan sendok cetak persegi
Ukuran sendok cetak lebih besar 3-6 dibandingkan dengan linggir pasien.
Sendok cetak RA harus mencakup Hamular Notch dan Vibrating line
Sendok cetak RB harus mencakup Retromolar Pad dan Sulkus Aveolingual.
e. Cara mencetak :
1. Dudukkan pasien di denta unit dengan posisi badan yang tegak
2. Pilih sendok cetak yang sesuai dengan pasien.
3. Aduk bahan cetak dengan perbandingan 1:1 (alginate:air), aduk sampai homogen.
4. Masukkan bahan cetak ke sendok cetak secukupnya.
Pada RA : operator berdiri di sebelah belakang kanan pasien.
Pada RB : operator berdiri di sebelah kanan depan pasien.
5. Masukkan sendok cetak ke mulut pasien, dan dilakukan penekanan pada daerah yang edentulous. Periksa daerah perlekatan frenulum, dan daerah2daerah tempat yang akan dijadikan retensi untuk GTSL.
6. Tunggu sampai bahan cetak mengeras, dan keluarkan dari mulut pasien,
7. Hasil cetakan dicuci di bawah air mengalir, perhatikan apakah hasil cetakan sudah memenuhi syarat cetakan yang baik.
f. Evaluasi hasil cetakan:
1. Mencakup seuruh gigi, daerah linggir dan jaringan lunak harus jelas tercetak.
Batas cetakan
RA Posterior : Mencakup Fovea Palatine ke arah posterior sampai AH Line.
Lateral : Meliputi Hamular Notch Batas Cetakan
RB Posterior : Retromolar pad
Lateral : Linggir Oblique bagian luar dan menyempit ke arah bawah sebagai frenulum bukalis.
Seluruh linggir alveolus sampai dasar mulut (dalam keadaan istirahat).
2. Pinggiran cetakan harus membulat kea rah perekatan otot.
3. Tidak ada geembung-gelembung udara atau sobekan atau lubang.
4. Dasar sendok cetak tidak boleh nampak.
c. Model Cetak Anatomis
1. Hasil cetakan anatomis diisi dengan dental stone.
2. Setelah keras, hasil cetakan dikeluarkan dan didapatkan model anatomis dan kemudian ditanam dalam basis.
d. Desain Perawatan
• Perencanaan Desain
- Klasifikasi (Kennedy) : Klas I Modifikasi 2
- Penentuan dukungan : Gigi dan mukosa
- Penentuan gigi penyangga : 13 23 35 33 45
RA: Diametrik
RB: Segitiga
- Penentuan cangkolan/desain cangkolan : Tipe pengungkit Klas II
a. Letak cangkolan
• Pada permukaan bukal→ dibagi atas 4 kuadran, kuadran II dan IV berada dekat bagian edentulus→ cangkolan melalui 3 kuadran yaitu I, III dan IV→ untuk mendapatkan retensi yang benar.
• Lengan retentive= pada bagian bukal, terbagi pada 2 bagian yaitu retensi dan bracing
o Retensi: terletak di bawah garis survei
o Bracing: diatas garis survei
o Panjang retensi= Panjang bracing
• Lengan resiprokal= pada bagian palatal/ lingual, berada diatas garis survei
• Dukungan (oklusal rest) = pada permukaan oklusal disebelah dista/mesial gigi penyangga.
b. Desain cangkolan Desain cangkolan pada kasus rahang atas yaitu:
• Pada gigi13 dan 23 :berjalan dari arah mesial ke distal Pada kasus rahang bawah yaitu:
• Pada gigi 33 : cangkolan berjalan dari arah distal ke mesial
• Pada gigi 35 : cangkolan berjalan dari arah mesial ke distal
• Pada gigi 45 : cangkolan berjalan dari arah mesial ke distal Survei :
e. Sendok Cetak Fisiologis
1. Pembuatan Sendok Cetak Fisiologis
Pembuatan outline pada model anatomis untuk batas sendok cetak fisiologis dengan pensil biru di daerah forniks (batas mukosa bergerak dan tidak bergerak) pada daerah edentulous. Dengan pensil merah 2 mm di atas garis biru sebagai batas pembuatan wax (spacer) pada daerah edentulous dan di daerah prominensia pada daerah bergigi.
Lapis 1 lembar wax di atas model anatomis tebal 1-2 mm sebagai spacer (tempat bahan cetak) sampai garis merah.
Pembuatan stopper berbentuk persegi panjang (4-5 mm) di daerah molar dan kaninus kanan dan kiri untuk tahanan vertikal.
Aduk resin akrilik, lalu masukkan ke stopper dan ratakan di atas wax ± 2 mm
Buat tangkai sendok cetak di bagian anterior posisi tidak mengganggu bibir saat memasukkna sendok cetak ke dalam mulut dan tidak mengganggu proses muscle trimming.
Rapikan dan haluskan sendok cetak dan bagian tepinya tidak melewati garis merah.
2. Uji Coba Sendok Cetak Fisiologis
- Mencobakan sendok cetak ke mulut pasien.
- Perhatikan hal berikut: Sendok cetak harus mencakup jaringan pembatas GTSL.
Permukaan labial dan bukal harus lebih pendek 1-2 mm dari forniks.
Berkontak rapat dengan mukosa jaringan pendukungnya.
3. Pembuatan Muscle Trimming (Border molding)
Proses yang diakukan untuk mendapatkan batas anatomi struktur pembatas gigi tiruan yang lebih akurat. Tepi sendok cetak harus lebih pendek 1-2 mm dari batas tepi jaringan yang harus dicetak.
• Tujuan muscle trimming : - Untuk mendapatkan anatomis struktur pembatas GTSL yang lebih akurat.
- Pembentukkan sekitar rongga mulut sehingga dapat terbentuk seal yang baik.
• Prosedur muscle trimming:
Pastikan terlebih dahulu tepi sendok cetak harus lebih pendek 1-2 mm dari batas tepi mukosa yang akan dicetak.
Modeling compound (Green Kerr) dipanaskan dan dietakkan di tepi sendok cetak secara bertahap, didinginkan sedikit demi sedikit sebelum dimasukkan ke mulut.
• Border molding pada RA:
Labial : Bibir atas diturunkan ke bawah
Frenulum labial : Bibir atas diturunkan ke bawah
Bukal : Tarik pipi ke bawah, ke depan, dan ke belakang
Bukal posterior : Tarik pipi ke bawah, ke depan, dan ke belakang
Frenulum bukal : Tarik pipi ke arah luar, bawah, belakang, dan depan.
Belakang palatum : Pasien diinstruksikan untuk mengucapkan kata “Ah”
• Border molding pada RB:
Labial : Bibir bawah ditarik ke atas dan memijatnya
Frenulum labial : Bibir bawah ditarik ke atas
Bukal : Pegang pipi dengan ibu jari dan jari telunjuk, tarik pipi ke atas dan lakukan gerakan pemijatan.
Anterior lingual : Pasien diinstruksikan untuk menjulurkan lidah ke arah gagang sendok cetak dan diinstruksikan untuk menjilat bibir atas dari sisi ke sisi.
Disto lingual : Pasien diinstruksikan untuk menjulurkan lidah ke arah pipi yang berlawanan.
• Evaluasi hasil border molding
Antara wax dengan Green Kerr tidak terdapat step.
Terlihat adanya guratan otot.
Sendok cetak semakin cekat seteah dilakukan muscle trimming.
Permukaan Green Kerr harus berwarna suram (dove) yang berarti sudah terjadi kontak rapat antara Green Kerr dengan mukosa.
4. Pembuatan Retensi pada Sendok Cetak Fisiologis
Lapisan wax bagian dalam sendok cetak dilepas.
Sendok cetak dilubangi dengan round bur, jarak tiap lubang 4-5 mm, lubang tidak boleh dibuat pada daerah palatum dan di atas linggir alveolaris untuk mengalirkan bahan cetak yang berlebih pada saat pencetakan. Jika tidak dibuat lubang, maka bahan cetak yang berlebih akan menyebabkan tekanan yang berlebih pada jaringan pendukung gigi tiruan.
f. Pencetakan Fisiologis
i. Metode fungsional: kombinasi antara metode mukostatis dan mukokompresi
ii. Hal ini dilakukan karena adanya perbedaan kompresibilitas antara jaringan mukosa dengan gigi.
iii. Teknik mukokompresi untuk daerah tidak bergigi dengan bahan cetak silikon atau polieter, dan teknik mukostatis untuk daerah bergigi dengan bahan cetak hidrokoloid irreversible.
iv. Penggunaan teknik pencetakan mukofungsional: Dengan teknik mukokompresi yang disesuaikan dengan kemampuan jaringan menerima beban (mukofungsional) jaringan lunak alveolaris berada di bawah penekanan, sehingga pada waktu tekanan pengunyahan hanya sedikit terjadi pergerakan dari jaringan lunak hingga dapat mengurangi efek torsi gigi penyangga.
v. Tujuan cetak fisiologis:
1. Mengetahui arah pasang dan lepas yang tepat
2. Dukungan pada gigi penyangga lebih akurat
3. Stabilisasi pada gigi penyangga lebih baik
4. Retensi Pada rahang atas, pencetakan fisiologis menggunakan bahan cetak elastomer untuk memperoleh hasil cetakan yang akurat.
g. Surveying
Tujuan Survei Model:
i. Menentukan lingkaran terbesar dari gigi penyangga untuk menentukan posisi cangkolan yang tepat
ii. Menentukan permukaan gigi dan jaringan lunak yang perlu diblocking out yang akan menggangu pasang dan lepas gigitiruan
iii. Mengindentifikasi permukaan proksimal gigi agar dapat dibuat sejajar sehingga dapat bertindak sebagai guiding plane atau menentukan dataran petunjuk sehingga dapat dipasang dengan mudah
iv. Mengukur derajat undercut pada gigi penyangga
v. Menentu arah pasang dan lepas terbaik
vi. Mencatat posisi model berhubung arah pasang dan lepas
h. Cara membuat Shellac dan Oklusal Rim:
• RA dan RB : Basis shellac dipanaskan dan ditekan sampai rata, dibuang yang berlebih. Oklusal rim diletakkan pada basis tersebut di daerah proccesus alveolaris yang tidak bergigi setinggi dataran oklusal.
• Guna oklusal rim: o Untuk menemukan dataran oklusal dan relasi vertikal
o Tempat penyusunan gigi
o Mengembalikan profil pasien
• Faktor yang harus diperhatikan:
Oklusal rim RA dan RB harus berkontak bidang.
Inklinasi anterior RA lebih ke labial
Pada posisi istirahat, oklusal rim terlihat 2 mm
i. Pembuatan klammer
Tentukan garis survey yang benar dan untuk mendesain letak cangkolan yang tepat
j. Perluasan Basis
a. Rahang Atas:
• Bila gigi posterior tidak ada, basis diperluas menutupi palatum sampai ke tuberositas dan hamular notch.
• Bagian posterior sampai ke batas mukosa bergerak dan tidak bergerak.
• Bagian bukal sampai tidak mengganggu pergerakan frenulum
b. Rahang Bawah:
• Pada basis dukungan jaringan, perluasan menutupi retromolar pad dan meluas ke lateral sampai sulkus bukalis.
• Bagian distolingual meluas dari retro molar pad ke sulkus alveolingual.
• Batas sayap lingual tergantung dari anatomi linggir milohyoid.
• Bila linggir tajam, maka sayap berakhir pada puncak linggir milohioid.
• Bila linggir tidak tajam, sayap dapat diperluas sampai sulkus alveolingual
k. Pemasangan ke Artikulator
l. Pemilihan Anasir gigitiruan
Pemiihananasirgigitiruan posterior:
i. Ukuran Gigi:
• Mesio distal Pada kasus basis berujung bebas, ukuan mesio distal diukur dari tepi distal gigi yang berdekatan dengan edentulus sampai mesial dari retromolar pad
• Okluso gingival Ditentukan oleh besarnya ruangan inter oklusal. Panjang anasir gigitiruan disesuaikan dengan gigi tetangga terutama gigi premolar.
• Buko lingual/palatal Disesuaikan dengan lebar mesio distalnya sehingga bentuk sebanding, tetapi pada kasus linggir alveolus datar diperlukan ukuran oklusal yang sempit untuk mengurangi daya kunyah yang besar dan memberi tempat pada lidah.
ii. Bentuk: • Gigi Anatomik Pemilihan anasir gigi tiruan anterior
• Pemilihan anasir gigitiruan:
Mesiodistal yang kecil
Bukolingual yang sempit dibandingkan dengan gigi asli agar daya yang diterima oleh jaringan pendukung lebih kecil.
m. Pasang percobaan
• Hal yang dilihat:
Warna
Bentuk
Oklusi
Estetik
n. Pemasangan GTSL
a. Adaptasi basis gigitiruan pada mukosa
b. Retention masuk ke daerah gerong serta terletak tepat pada tempatnya
c. Oklusal rest berkontak rapat pada permukaan oklusal gigi sandaran
d. Tahanan gigitiruan tidak boleh samai menyebabkan gigi sandaran terasa sakit
e. Oklusi dan artikulasi rapat
f. Letak cangkolan harus tepat
g. Hal yang diperhatikan sewaktu pasca pemasangan:
- Pada gigi asli:
• Kebersihan mulut dan gigi baik
• Pemeriksaan gigi asli berkaitan karies, mobility, dan jaringan pendukung
• Jaringan lunak yang ditutupi gigitiruan berkaitan inflamasi akibat iritasi
- Pada gigitiruan
• Kebersihan gigitiruan
• Retensi
• Oklusi dan artikulasi
Langganan:
Postingan (Atom)